Thursday, January 22, 2009

Indigo Children

jadi ya gue sama temen temen gue kayak lagi tergila gila gitu sama yang namanya anak indigo.awalnya sih gara gara buku ini nih...
An Indigo Celebration by Lee Carroll&Jan Tober

sebenernya ini buku kedua mereka,yang pertama judulnya An indigo children.Gue sih baru baca yang kedua dan itu ga boong ya KEREN BANGEEEEEEEEEEEEET gue ga pernah setertarik ini sama gini ginian.nah biar gue jelasin indigo itu apa sebenernya.indigo itu adalah warna aura dari Biru sampe ungu atau violet.kalo menurut yang gue baca ya,violet itu ngegantiin warna aura kayak merah,kuning,biru,ijo.
menurut gue ya,anak anak indigo itu ISTIMEWA BANGET.mereka punya keistimewaan yang kita nggak punya.
ada macem macem ciri2nya.biasanya anak indigo itu sensitif banget,mau dingertiin,gampang bosen,pendiem,pinter banget iq-nya tinggi,dia ngomong lebih dewasa daripada umurnya,bahkan dari orang dewasa sekalipun.kata2 mereka biasanya bijaaaaaaaaak banget
setelah gue nyari2 arti warna aura indigo itu sendiri,ini yang gue temuin..

INDIGO AURA COLOR: Relates to the third eye, visual and pituitary gland. Intuitive, sensitive, deep feeling.

mereka,kebanyakan bisa ngeliat apa yang nggak kita liat.mereka bisa ngeliat hal hal yang sifatnya spiritual.mereka nggak bisa diboongin.mereka bisa ngeliat yang namanya malaikat,setan atau malah ngeliat mereka sebelum mereka ada didunia ini .mereka juga bisa ngeliat atau ngebaca aura ataupun perasaan kita.dan ini bikin mereka capek banget.makanya gue mohon,kalo punya temen atau kenlan atau keluarga atau siapapun yang auranya indigo,gue harap bisa dingertiin.mereka kalo lagi kesel bisa ngelakuin apa aja,mereka nggak bisa kontrol emosi mereka.banyak yang hampir bunuh diri.mereka cuma nggak mau di anggep aneh,itu aja.jadi gue mohon bisa dingertiin.
ini gue ada cerita dari beberapa dari sekian baaaaanyak anak indigo.....

Airsya

jadi,gue cerita tentang anak indigo ini ke guru les gue.abis itu gue diceritain,anak temen guru les gue ada yang indigo
dan banyaaaaaaaaak banget kejadian
kejadian pertama , jadi dia mau makan di lantai atas,tiba2 pas dia lagi naik ke atas dia bilang ke ibunya "bunda aku nggak mau naik lagiii" terus kata ibunya "loh?kenapa?katanya mau diatas sambil nonton" terus kata dia "nggak maaaaaaauuu,di atas ada monster" "haaah??monster apa?kayak gimana?" "ituuu disitu,genduut matanya besaaaar" abis itu ibunya langsung ngajak dia turun aja.

yang kedua,tiba2 dia bilang ke ibunya pas ibunya lagi istirahat sambil selonjoran di sofa "Bundaaaaaa kakinya jangan disitu,nanti ade ari kegenceeeeet" ibunya langsung bingung "hah??ade arinya dimana?" "ituuu bunda disituuu" ibunya ngertiin aja , terus ibunya langsung nyingkirin kakinya kan,abis itu ditanya lagi dianya "sekarang ade arinya dimana?" "udah pergi lewat tembok"
sumpah gue nggak ngebayang kalo gue jadi ibunya reaksi gue gimana -___-

yang ketiga,tiba2 dia ketawa tawa sendiri.ibunya langsung nanya ke dia "loh kenapa Air ?" "enggak,lucu deh bundaaa,ada yang berantem" "hah?syp yang berantem?" "itu disituuu,jadi kakaknya jailin adeknyaaa" ibunya langsung kayak ketakutan gitu

yang keempat , dia tiba2 bilang "bunda bunda sini,kasian deh,ada yang jatooooooh" "haah?kenapa?naik sepeda?" "bukaaan,itu ada yang jatooh,kepalanya duluan yang jatooh" terus ditanya kan ke kakeknya "opa emang ada yang jatoh?" "enggaaak kok"
nah udah kan,abis itu beberapa hari kemudian,dia kerumah sakit kan,terus tiba2 ada anak yang jatoh , DAN YANG JATOH KEPALANYA DULUAN.abis itu,dia cuman ngomong gini "itu loh bundaaa,kan Air udah ceritaaaa"
yaampun banget kan

yang kelima,tiba2 dia nggak bisa tiduur,dia kayak meluk ibunya gitu eraaat banget.pas paginya,dia ditanya "Air ga bisa tiduur?" "engggak,air sebel aja sama orang yang ditembok" DZING serem kan -____-

yang keenam,ini bikin siriik deh,jadi dia bilang ke ibunya "bundaaaa bundaaaa aku seneng deh sama syekh naji" "hah?emang dia ngapain? "dia selalu nemenin akuuu kalo aku mau tidur,berdoa sama allah,terus aku di ajak jalan jalaaaaaan sama anak2 segede aku gini.jalan2 ke istananya allah,istananya baguuuuuuuus baaaaaanget,nanti bunda aku ajak ya kesana"
yaampun gue pengeeeeeeeeen

cerita yang kedua,cerita tentang temen gue (Maaf gue nggak bisa nyebut namanya)

jadi,gue punya temen gitu kan,dia ternyata indigo.dia ini termasuk indigo yang bisa ngeliat aura sama bisa ngebaca perasaan orang.suatu hari pas gue udah tau dia indigo (udah lumayan banyak yang tau dan ini kasian banget),gue nanya ke dia,"kamu bisa liat aura aku?" abis itu dia bilang "aaaah nanti ya,aku capek" nah abis itu dia ke kantin kan,pas dia balik dia ngomong "kak , kakak warna ijo" gue langsung "ooh , oke makasih banget ya" terus gue saama temen2 gue yang emang lagi ngumpul nanya ke dia "kamu capek ga sih kalo kayak gini?" "ummm capek banget" "capek badan apa capek batin?" "ummm batin.abis kejadian itu,gue nggak mau yang namanya nanya2 soal aura ataupun perasaan ke dia.

satu lagi,ini cerita yang gue temuin di internet..

Dikutip dari majalah LIBERTY 11-20 April 2005

SUATU hari di paruh Desember 1997. Di dalam tidurnya yang tenang, Andrean Ganie Hendrata tiba-tiba terbangun. Ada semacam ketakutan yang baru dilihatnya. Keringat dingin merembes dari pori-pori kulitnya yang kuning. Wajahnya yang kalem seketika berubah sedih. Kedua pipi bocah berusia enam tahun itu basah oleh air mata. Ia tak kuasa membendung kesedihannya.

Di dalam mimpinya itu, Andrean melihat sebuah kota ingar-bingar. Banyak rumah dan mobil terbakar, tangan-tangan mengepal, perempuan menjerit-jerit, dan kaum pria dipukuli tanpa sebab jelas. Ia tak tahu kapan dan di mana peristiwa dalam mimpinya itu terjadi. Yang pasti, “Mimpi serupa terjadi selama dua minggu berturut-turut,” Lianny Hendranata, ibu Andrean, menuturkan.

Mimpi mengerikan yang bertubi-tubi selama dua pekan itu membuat fisik Andrean makin loyo. Dan, bocah kurus itu akhirnya jatuh sakit. Tapi Lianny menyadari sepenuhnya bahwa anaknya tidak sakit sembarangan. Itu sebabnya, dia tidak membawa anaknya ke dokter. Si ibu justru mengundang pendeta untuk mengobati jiwa anaknya.

Sang pendeta pun datang. Ia membaca doa-doa di tepi pembaringan Andrean. Terasa simpel, tapi berhasil. Sebab, hari-hari berikutnya Andrean tak pernah lagi bermimpi buruk tentang sebuah kota yang tercabik-cabik anarkis. Kesehatannya kembali pulih.

Enam bulan sejak mimpi itu berlalu, Jakarta dilanda kerusuhan hebat. Penjarahan, pembakaran, penganiayaan terjadi pada Mei 1998. Tragedi itu ditayangkan oleh semua stasiun TV. Saat itulah ingatan Andrean kembali “dibangunkan”. Sembari menunjuk ke arah pesawat televisi, ia bilang: “Ma, itu yang aku lihat di mimpiku dulu!”

Sejak lahir, Andrean sudah menunjukkan kemampuan indra keenamnya. Malah, sejak bayi dia terbiasa melihat makhluk yang tak terlihat oleh indra biasa. Setelah besar, kemampuan Andrean makin sempurna. Kadang-kadang ia melihat sebuah benda bisa bergerak sendiri. “TV yang sudah dimatikan tahu-tahu bisa menyala kembali,” kata Andrean, yang kini duduk di kelas I SMP Slamet Riyadi, Cijantung, Jakarta Timur.

Dengan daya kelebihannya itu, oleh orangtuanya, Andrean difoto aura. Dan, hasilnya berbeda dengan anak umumnya. Aura Andrean berwarna nila. Saat ia dites, IQ-nya di atas 120. Itulah beberapa pertanda bahwa si empunya nama masuk dalam kategori anak indigo.
Andrean adalah bungsu dari tiga bersaudara pasangan Ganie Hendranata, 64 tahun, dan Lianny Hendranata, 45 tahun. Sehari-hari Hendranata bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan. Rupanya, tak hanya Andrean yang indigo. Kedua kakaknya, Imelda, 21 tahun, dan Raymond, 17 tahun, juga sama. Begitu pula Lianny.

Satu keluarga yang terdiri lima orang, empat di antaranya indigo, tentu seru. Mereka bisa bertelepati satu dengan lain. Suatu hari, misalnya, Imelda ingin memiliki sarung tangan warna merah. Tapi harganya mahal. Sang ibu menyarankan agar si sulung mencari sarung tangan yang murah saja. Rupanya, setelah mencari sekian lama, si anak tak berhasil menemukan sarung tangan merah berharga murah.

Tak berhasil bukan berarti memupuskan harapan. Imelda terus berjuang dengan caranya sendiri. Yaitu menciptakan keinginannya melalui otak: “Aku mau sarung tangan warna merah. Nggak tahu gimana caranya; aku harus punya sarung tangan warna merah.”

Beberapa hari kemudian, Raymond yang pulang dari Yogyakarta membawa oleh-oleh berupa sarung tangan warna merah buat kakaknya. “Masak, setiap aku masuk toko, kuping selalu berdengung; ada yang minta sarung tangan merah,” kata Lianny, yang juga terimbas telepati anaknya itu.

kayak apa yang gue bilang mereka cuma pengen dimengerti
pernah nonton sixth sense?ya,kira kira itu sedikit gambaran walaupun sixthsense sama indigo itu sebenernya ada bedanya

gue nemu video nih tentang anak2 indigo

here's another one

menurut gue,soundtrack yang cocok buat anak2 ini tuh...

Stand Up For Love (2005 World Childrens Day Anthem) - Destinys Child

kayaknya sih itu aja ya yang pengen gua sampein,pokoknya ya pesen gue,kalo emang ada temen atau keluarga atau syp pun yang indigo,tolong dingertiin,mereka cuma butuh disayang,dituruti.dan mereka cenderung nggak suka di atur ini itu,jadi please ngertiin.
gue pribadi sih ya kadang kadang pengen loh jadi anak indigo.......

xxoo,Allegraaa

2 Screams:

Esti Nugraheni said...

wowww

temen gwe ada yg indigo
gwe pernah tanya ibunya dan emang dah di test auranya nila
tapi..
iqnya lebih rendah dari gwe dy 117 sedangkan gwe 121
dan gwe kadang2 suka denger org manggil2 gwe tapi org itu sbenernya gak ada
apa gwe yg indigo bukan dy??

Allegra Carisha said...

wah.umm kalo kayak gitu mending ke psikolog ajaaa,atau foto aura,nanti ketahuan kok
btw thanks udah sharing :)